Posted in Daily Pieces, Digital Processing

Going the Extra Miles

Sembari membaca novel Negeri 5 Menara, yang sudah saya tonton filmnya tapi belum selesaikan bukunya, saya menemukan sebuah quote menarik: going the extra miles.

Secara harfiah, artinya adalah melebihkan usaha, waktu, upaya, tekad, dan sebagainya, lebih dari orang lain. Bertahan lebih lama, berusaha lebih keras, bertekad lebih kuat. Usaha ekstra.

Entah bagaimana, tiba-tiba kata-kata ini terkorelasi dengan kondisi saya saat ini, terutama terkait Tugas Akhir tercinta dan beberapa amanah lain. Hanya agar Anda tidak salah tafsir, tulisan ini adalah edisi curhat. Hehehe..
Tugas Akhir yang saya ambil, lagi-lagi,  nampaknya keluar dari pakem peminatan saya yang jelas-jelas Transmisi. Kali ini saya mengambil bidang Digital Processing. 

Dengan sangat jujur saya katakan, saya buta ilmu di ranah ini. Keseharian saya di lab mayoritas berkutat pada ilmu mikrokontroler. Maka ketika saya mantapkan diri untuk mengangkat tema ini, ada satu efek nyata yang terjadi pada diri saya: saya belajar.

Beberapa hari pertama setelah fiksasi judul dengan Pembimbing II, rutinitas saya setiap hari adalah setia di depan laptop. Diferensiasinya terdiri atas tiga hal: membaca artikel dan jurnal, mencari e-book, dan mengerjakan proposal. Saya mendadak harus bersinggungan dengan artificial intelligence, ranah yang saya pikir Informatika sekali. Mendadak saya berkenalan dengan nama-nama algoritma yang dulu saya tidak ketahui eksistensinya. Mendadak saya tidur bersebelahan dengan buku-buku setebal kamus.

Tapi entah kenapa, saya menikmatinya.
Menikmati proses ketidaktahuan saya. Menikmati proses menyerap informasi-informasi baru ini. Menikmati sensasi kekhawatiran memikirkan bagaimana realisasi sistemnya nanti.
Menikmati proses belajar ini.
This are the extra miles I should take. And there are still a lot more.

Kemudian terlintas di pikiran mengenai amanah yang saat ini dijalani. Saya belajar banyak dari salah satunya. Dan lagi-lagi, terkorelasi dengan judul tulisan ini.

Melalui amanah ini saya belajar lebih memahami arti determinasi. Tujuan. Bahwa tujuan dan perjuangan untuk mencapainya bukan sekedar ucap lidah di depan. Bukan sekedar semangat menggebu-gebu di awal. Ia bermanifestasi dalam kesabaran. Ia memancang dalam konsistensi tanpa henti. Ia terwujud dalam kerja nyata untuk selalu memberikan yang terbaik.

Saya percaya, setiap amanah yang Allah berikan, apapun bentuknya, adalah sebuah tantangan tersendiri bagi kita untuk menjalaninya.
Dan masing-masing tantangan memiliki extra miles yang harus dijalani untuk sampai ke tujuan terakhir, tujuan tertinggi. Tinggal kita menanyakan kepada diri kita, apakah kita siap untuk mengambil extra miles ini.

So, are you ready to fasten your shoes and going the extra miles? =)

Bandung, 2 Mei 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s