Posted in Daily Pieces

Masa Depan; Akan Seperti Apakah?

Sejak kemarin sudah banyak pikiran yang minta dituangkan ke tulisan, tapi saya tunda-tunda terus. Jadilah, malam ini nampaknya harus direlakan tidur agak larut.

Kenapa saya mengangkat masa depan?
Well, percayalah, ini bukan karena saya galau sebab terlalu banyak menerima undangan resepsi bulan-bulan ini. #eh
Hahaha..bukan, sama sekali bukan. Hanya kebetulan dua bulan terakhir memang banyak kejadian dan pemikiran terkait masa depan yang melintas dalam hidup saya. Jadi, mari berbagi cerita.

Pertanyaan rutin dari orang tua saya setiap saya pulang adalah: bagaimana kuliahnya?
Tapi kepulangan terakhir saya kemarin menyajikan dua pertanyaan tambahan: sudah sampai mana skripsinya dan rencana setelah lulus mau ngapain. Pertanyaan sama yang diajukan di semester terakhir saya di D3. Kali ini, semoga menjadi semester terakhir saya pula di S1.

Pertanyaan pertama dan kedua bisa dijawab dengan mudah, walau penyinggungan sripsi agak-agak menimbulkan semacam perasaan tertekan. Perasaan khas kalau ditanya progress, hahaha. Pertanyaan ketiga? Nah, ini yang paling sulit dijawab. Sulit dijawab, karena butuh dipikirkan matang-matang. Sulit dijawab, karena saya sendiri belum merasa pasti.

Terus terang, rencana paska studi saya nampaknya berubah, tak seperti yang saya rencanakan ketika awal masuk kelas ekstensi. Beberapa faktor utamanya adalah karena Ibu saya dan satu rangkaian peristiwa yang membuat saya jatuh, tapi akhirnya terbangun. Bingung? Hehe, maaf. Nampaknya yang satu ini tidak bisa saya bagi. =)

Singkat cerita, dua hal itu mengubah orientasi paska studi saya. Membuat saya berpikir ulang akan prioritas dan keinginan saya. Apa yang benar-benar menjadi keinginan saya. Lalu, saya sadar. Saya masih perlu berkembang lagi. Masih harus melihat dunia lebih luas lagi. Masih harus belajar lebih banyak lagi untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Maka, saya putuskan untuk berubah. Tidak total, tidak ekstrim. Hanya berusaha untuk memperbaiki sisi-sisi yang selama ini saya lemah sekali. Berusaha menghargai hal-hal yang selama ini kerap saya abaikan. Berusaha berhenti menjadi seseorang yang bukan saya. Dan hasilnya menyenangkan. Setidaknya hingga saat ini. Dan saya menikmati perubahan ini. Menikmati prosesnya, menikmati kejutan-kejutan kecil yang dibawanya.

Pikiran kedua mengenai masa depan menyangkut spesialisasi.
Keresahan yang saya rasakan ketika akan menyandang A.Md kembali hadir. Masa studi sarjana saya hampir berakhir; apa yang sudah saya pelajari? Apa keahlian saya?

Sedikit informasi, dua minggu ini adalah masa registrasi di kampus saya. Dan berkat kurikulum baru, kurikulum 2012, mahasiswa tingkat 2-4 pada umumnya dilanda kegalauan akut. Kenapa? Karena tidak hanya nama mata kuliah dan jumlah SKS yang berubah; urutan mata kuliah yang disediakan tiap semester pun berubah.

Saya salah satu yang terkena dampaknya. Hingga akhir semester lalu, saya sudah punya daftar mata kuliah apa saja yang akan saya ambil semester ini. Tapi semua berubah ketika kurikulum 2012 menyerang.
*terlalu banyak nonton Avatar. Abaikan.

Tapi seperti kata Betaria Sonata, “Tak selamanya mendung itu kelabu.” Justru berkat perubahan kurikulum ini, saya jadi menyadari kembali minat terbesar saya dalam field Teknik Telekomunikasi. Dengan tersedianya beragam mata kuliah pilihan, saya berkesempatan memuaskan rasa penasaran saya akan ilmu di field itu. Maka, saya mantapkan hati saya untuk mendalami spesialisasinya. Kepalang basah, kan? Berenang saja sekalian. So, in the end, it’s not that bad. 

Yang ketiga adalah hasil browsing iseng saya hari ini mengenai beasiswa postgraduate di EU. Sudah lama saya memimpikan menginjak tanah Jerman. Tapi hasil pencarian Mbah Google secara kasat mata tidak menunjukkan beasiswa yang menjanjikan untuk bidang Telco di Jerman. Iseng searching lagi, dan, ternyata oh ternyata…postgraduate Telco terbuka lebar di UK.

Maka bernostalgialah saya akan mimpi lama zaman SMP untuk menyaksikan negara monarki konstitusi itu.

Halaman-halaman web yang saya baca hari ini memberikan beberapa pertimbangan baru. Memberikan suntikan energi baru untuk bermimpi dan terus berusaha. Memberikan peringatan yang jelas sekali akan usaha yang harus saya lakukan kalau benar-benar ingin mencapainya, hehehe.

Saya tidak pernah tahu Allah akan menggariskan apa dan bagaimana untuk saya, tapi saya percaya, kita punya andil dalam menentukan masa depan kita. Jadi, hidup yang ingin Anda jalani; seperti apakah? =)

Bandung, 11 September 2012

Advertisements

One thought on “Masa Depan; Akan Seperti Apakah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s