Posted in Daily Pieces

Untuk Apa Saya Hidup?

Berawal dari percakapan WhatsApp saya dengan seorang teman lama yang sekarang berprofesi sebagai dokter muda. Sedikit basa-basi dan nostalgia, dilanjutkan saling menanyakan kabar. Dia bercerita sekilas tentang kehidupannya sebagai dokter: kurang tidur, putaran kelahiran-hidup-kematian yang dia alami sehari-hari. Tapi dia bahagia, karena yang dia jalani seolah-olah menjawab sebuah pertanyaan: kenapa dia hidup.

Satu panel jawaban itu membuat saya tertegun.

Lalu pertanyaan itu terngiang di benak saya, “Untuk apa saya hidup?”

Sebuah pertanyaan eksistensial, pertanyaan mendasar yang saya rasa, pernah ditanyakan oleh hampir seluruh manusia kepada dirinya sendiri. Masalahnya adalah, apakah jawabannya sudah kita dapatkan?

Jika saya melihat kembali ke belakang, pertanyaan-pertanyaan mengenai kehidupan seperti apa yang akan saya jalani mulai bermunculan terutama saat di bangku SMA; ketika jenjang berikutnya yang harus saya ambil tidak sesederhana lulus dan melanjutkan ke sekolah negeri. Banyak pertaruhan, banyak mimpi, dan banyak pula sakit hati saat itu. Namun semakin bertambah usia, saya sadari bahwa pilihan-pilihan itu makin meluas. Dan tiba-tiba saya mendapati diri saya tak lagi yakin atas pilihan-pilihan yang saya jalani. Tak lagi tahu apakah benar ini hidup yang saya tuju.

Saya sungguh tidak sedang berusaha untuk melankolis. Tapi pertanyaan itu sungguh mengganggu saya.
Untuk apa saya hidup?

Sebagai seorang muslim, ya, saya paham apa tujuan hidup saya di dunia. Kenapa Tuhan berbaik hati menitipkan nyawa ini kepada saya. Apa tujuan akhir saya setelah semua ini.

Tapi di sisi lain, ada sebuah desakan untuk mengonfrontasi diri saya sendiri dan memikirkan, bagaimana saya akan menjalaninya? Bagaimana saya akan mencapainya? Karena, saya pikir, tak cukup hanya dengan kita tahu tujuan kita. Yang lebih penting adalah memahami bagaimana cara mencapainya dan, tentu saja, mewujudkannya. Tak hanya sekedar perencanaan.

Dalam buku Delapan Mata Air Kecemerlangan, Anis Matta menekankan pentingnya konsep diri: pemahaman yang utuh akan diri kita pribadi, misi hidup yang kita jalani, rencana-rencana kita, serta potensi-potensi yang telah dan harus kita miliki untuk mewujudkannya. Tidak cukup sampai di situ, kita juga harus memami potensi kita di lingkungan, seperti dalam keluarga, masyarakat, bahkan negara dan dunia. Secara singkat, pemetaan yang jelas mengenai dimana kita berada sekarang, akan kemana kita pergi, dan bagaimana untuk sampai di sana dengan sukses.

Saya pikir itu tidak mudah. Dan sejujurnya, saya pikir semakin banyak pilihan yang terbentang di hadapan kita, penentuan itu akan terasa semakin rumit. Bisa jadi, sepuluh atau dua puluh tahun ke depan kita mendadak menyadari bahwa kita seharusnya memilih jalan lain. Mungkin bukan pekerjaan ini yang benar-benar sesuai dengan kita. Mungkin bukan cabang ilmu ini yang ingin kita dalami. Saya rasa, itu hal yang sangat mungkin terjadi.

Saat ini, ketika kita memiliki bayangan bahwa perusahaan kita akan menjadi besar dan sukses, bahwa kita akan lulus dari sebuah universitas di benua Eropa, bahwa kita akan memiliki keluarga dengan karakteristik tertentu, bahwa kita akan bekerja di perusahaan yang kita impikan; mari sisipkan beberapa pertanyaan. Apakah saya benar-benar menginginkannya? Bagaimana saya mencapainya? Apakah saya yang sekarang mampu untuk mewujudkannya?

Lalu, apa yang akan terjadi setelah saya tiada? Apa yang akan orang kenang dari saya? Apa yang akan saya tinggalkan di dunia?

Maka di masa-masa ini, saya terus bertanya kepada diri saya, “Untuk apa saya hidup?”

Bandung, 26 Februari 2013

Advertisements

One thought on “Untuk Apa Saya Hidup?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s