Posted in Daily Pieces, Random Thoughts

Kadang

Kita kadang terlalu sibuk meratapi masa lalu.
Mimpi-mimpi yang kandas, rasa sakit yang bermunculan, rencana-rencana yang hilang di tengah jalan.
Kita kadang terlalu sibuk mengkhawatirkan masa depan.
Banyaknya jalan yang terbentang, pilihan-pilihan yang tampak abu-abu, kebahagiaan yang terlihat semu.

Kita kadang terlalu sibuk dengan diri sendiri.
Dengan ketakutan-ketakutan kita sendiri.
Dengan kekhawatiran-kekhawatiran kita sendiri.
Dengan penyesalan-penyesalan kita sendiri.

Kita kadang lupa bahwa kita punya Tuhan.
Kita kadang lupa bahwa Tuhan tidak diam.
Bahwa Tuhan tidak pernah pergi.

Kita kadang lupa bahwa sutradara terbaik adalah Tuhan.
Kita kadang lupa bahwa penulis terbaik adalah Tuhan.
Bahwa Tuhan tidak pernah salah memberi jalan apalagi salah memberi peran.

Kita kadang lupa bahwa waktu selalu berjalan.
Kita kadang lupa bahwa semua yang ada hari ini akan jadi hal-hal yang kelak kita kenang.
Bahwa semua permasalahan punya jawaban.
Bahwa semua tangisan kelak bisa kita tertawakan.

Kita kadang lupa bahwa hidup kita tidak stagnan.
Kita kadang lupa bahwa semua yang terjadi punya tujuan.
Bahwa Tuhan sedang menuntun kita untuk merenda jalan yang akan kita lewati.
Bukan ke mana-mana, tapi untuk kembali.

Kita kadang lupa bahwa kita punya Sang Maha Segala.
Sedang Ia tidak pernah melupakan kita.

 

 

Surabaya, 18 Januari 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s