Posted in Daily Pieces

Kebaikan-kebaikan Kecil

Dua hari lalu, ban motor saya bocor sepulang saya dari Mapolda Jatim. Berhubung motor sudah goyang-goyang dan kondisi sedang berkendara di jalanan ramai, segeralah saya berbelok ke jalan yang agak sepi. Kebetulan di pojokan ada warung kaki lima. Saya melipir ke sana, maksud hati mau bertanya apa di daerah situ ada tukang tambal ban.

Dengan muka polos dan (asli) buta daerah sana, bertanyalah saya pada pemilik warung. Si Bapak terdiam sebentar menatap saya, kemudian setengah geli menunjuk ke seberang jalan, “Lah itu kan tambal ban, Dek!” Dan ternyata tukang tambal bannya tepat di belakang saya, Saudara-saudara. =___=

Si Bapak juga entah bagaimana berhasil melihat paku yang menancap di ban saya dan segera mencabutnya. Setengah geli, setengah malu, saya berterima kasih kepada Si Bapak kemudian memutar motor saya, hendak menyeberang jalan. Dan tahukah kalian? Bapak tersebut tiba-tiba beranjak dari warungnya, kemudian melangkah ke tengah jalan yang memang agak ramai, membantu saya menyeberang. Dan pada saat itu saya cuma bisa berucap dalam hati, “Bapaknya baik bangeettt. Makasih, Paakk.”

Lalu saya teringat kejadian beberapa bulan lalu, saat ban motor saya juga bocor. Saat itu, saya dalam perjalanan ke kampus dan lagi-lagi sedang berkendara di tengah jalanan ekstra ramai. Setelah menepi dan bertanya, ditunjukkanlah tempat tambal ban terdekat kepada saya. Secara jarak memang dekat, tapi untuk sampai ke sana saya harus menuntun si motor yang lumayan beratnya dalam kondisi ban bocor begitu. Ditambah ransel saya, ahaha, silakan dibayangkan sendiri adegannya. Maka jadilah, saya menuntun motor saya pelan-pelan sambil tersengal-sengal. Efek jarang olah raga nampaknya, LOL.

Separuh perjalanan ke tukang tambal ban, saya melewati sebuah pabrik. Di depan gerbangnya terparkir sebuah truk yang nampaknya akan segera berangkat. Supir dan awaknya sudah duduk manis di dalam. Melihat saya lewat, Si Supir menunjuk saya, dan tahukah kalian? Teman di sebelahnya langsung meloncat turun dari truk, menghampiri saya, dan mengambil alih motor saya. Ia menuntunkan motor saya hingga sampai ke tukang tambal ban. Saya cuma bisa mengucapkan terima kasih karena ia segera berlari kembali ke truknya.

Saya tidak mengenalnya, pun temannya si supir truk. Saya juga tidak kenal bapak-bapak penjaga warung kaki lima yang kemarin membantu saya. Saya tidak tahu apa yang terlintas di benak mereka saat melihat saya sehingga mereka tanpa pikir panjang membantu. Mungkin mereka tidak tega melihat anak (yang kelihatan) kecil menuntun motor bocor di pinggir jalan, LOL. Mungkin juga mereka melakukannya secara refleks.

Apapun itu, saya menyadari lewat mereka bahwa masih banyak orang baik di dunia ini. Bahwa masih banyak kebaikan yang tersebar di atas bumi. Dan bahwa kebaikan itu tidak melulu tentang hal-hal besar. Justru hal-hal yang kecil, yang sederhana, yang sering kali mungkin kita lakukan tanpa sadar, bisa jadi adalah yang paling membekas di hati orang lain, bahkan tanpa kita sendiri sadari.

Dan bahwa kebaikan itu harus ditularkan.

Jadi, kalau ada yang ban motornya bocor di tepi jalan, jangan lupa ditolong, yaa. 😁

Sidoarjo, 4 September 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s