Posted in Daily Pieces

Taiwan 101 #1 Obrolan Zhongwen

Bahagia adalah sesederhana diajak ngobrol bapak-bapak di halte bus dan (somehow) bisa menanggapi obrolan Si Bapak.

Kemarin, pas sekali setelah selesai ujian Buku 1 Zhongwen, saya menunggu bus di halte depan kampus. Hujan sedang turun, dan di sebelah saya berdiri bapak-bapak usia paruh baya. Beliau tiba-tiba bertanya kepada saya, yang mana pertanyaan beliau tidak saya pahami kosa katanya. Saya cuma menjawab, “Bukan,” karena saya menangkap beliau bertanya saya orang mana. Beliau kemudian memberikan¬†gesture yang menggambarkan jilbab saya. Saya bingung jawab apa, jadi saya jawab saja saya orang Indonesia, wkwk.

Beliau kemudian bertanya beberapa hal lagi, seperti sudah berapa lama saya di Taiwan, apakah saya senang ada di sini, dan di Taiwan saya ngapain. Walau saya masih harus berhenti sejenak dan mencerna pertanyaan-pertanyaan beliau sebelum menjawab, tapi rasanya senang luar biasa ketika saya paham beliau bertanya apa. Dan yang lebih penting, karena saya tau harus menjawab bagaimana! >___<

Di momen-momen seperti ini saya bersyukur sekali sudah belajar Zhongwen walau baru sejumput.
Dan dalam hati otomatis berkata, “Laoshi, xie xie ni!!!”

Tuhan selalu punya cara untuk membuat kita bahagia lewat momen-momen sederhana. =)

Taipei, 23 Februari 2017

Advertisements

4 thoughts on “Taiwan 101 #1 Obrolan Zhongwen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s