Posted in Daily Pieces

Pregnancy Stories #1 Ngidam

Setiap perempuan yang sedang dan pernah hamil nampaknya akan setuju mengenai satu hal: bahwa setiap kehamilan itu punya cerita seru. Jangankan antara satu perempuan dengan perempuan lain, kehamilan satu anak dengan anak lain saja ceritanya bisa berbeda jauh.

Salah satu cerita lucu bin seru mungkin mengenai ngidam. Ada yang tidak ngidam sama sekali, atau ngidam tapi normal-normal saja yang diidamkan, ada yang ngidamnya ajaib sekali sampai bikin pusing. Nah, tidak terkecuali saya.

Saya termasuk yang cukup sering ngidam, dan terkadang sekalinya ingin sesuatu, random sekali. Pernah saya tiba-tiba ingin sekali makan pizza gara-gara setiap pulang dari kampus, bus yang saya naiki selalu melewati gerai pizza. Atau berhari-hari ingin makan cake karena di hari terakhir kelas Zhongwen guru saya tiba-tiba datang ke kelas membawa cake yang enak banget. Ngidam makanan seperti ini masih manageable. Yang susah adalah, ketika saya ngidam makanan Indonesia.

Selama tinggal di Taiwan, salah satu tantangan yang kami hadapi memang mengenai makanan, dari kehalalan makanan sampai kemudahan akses ke makanan Indonesia. Ketika saya hamil, nah, ini menjadi lain soal. Kalau makanannya masih bisa dimasak sendiri, oke. Kalau masih bisa dibeli, oke. Itupun harus ke warung makanan halal Indo yang jaraknya sekitar sejam naik bus dari rumah. Tidak semudah menunggu abang-abang bakso lewat depan pagar atau pergi ke warung mie goreng di pinggir jalan. Yang susah, kalau yang diinginkan bukan tipe yang mudah dimasak dan nggak ada yang jual!

Tiba-tiba ngidam risoles mayo yang dijual di belakang rumah Sidoarjo (iya, yang di belakang rumah, spesifik banget), pempek Farina, martabak, sampai Sop Ayam Klaten, saya pernah. Random abis, LOL.

Korban langsung dari ngidam random ini tentu saja suami saya. Seperti siang ini ketika saya tiba-tiba masuk ke rumah sambil berkata memelas kepada suami, “Pengen cake..
Maka berangkatlah kami ke bakery terdekat. Di sana, tentu saja saya makan dengan nikmatnya sementara suami menemani makan sambil nyengir-nyengir lucu melihat saya di seberang meja.

Atau ketika saya tiba-tiba ingin pancake, risoles, atau bahkan martabak. Maka beliaulah yang biasanya sibuk uprek-uprek di dapur demi ngidam saya, mau pagi-pagi atau bahkan malam-malam.

Lain waktu kami sedang jalan-jalan ke Taichung. Qodarullah di seberang hotel yang kami inapi ada tempat makan Indo. Sambil makan, kami ngobrol seru dengan mbak-mbak pegawai tempat makan tersebut. Obrolan menjalar kemana-mana sampai ke tips-tips kehamilan dari Si Mbak. Saat itu, sudah beberapa hari saya ngidam risoles. Tiba-tiba Si Mbak berkata, “Aku ada risoles lho, bikin sendiri. Tapi tinggal dua buah. Mau?”
Mendengar tawaran tersebut, sontak saya langsung menjawab dengan semangat 45, “Mauuuu.” Maka beberapa saat kemudian, saya kembali ke hotel menenteng kotak berisikan dua buah risoles hangat baru digoreng. Ah..memang rezeki Si Dedek, alhamdulillah.

Ini cerita ngidamku. Bagaimana ceritamu?
=)

Hasil random siang ini.

 

Taipei, 20 Mei 2017

Advertisements

One thought on “Pregnancy Stories #1 Ngidam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s